Lorong Kata - Corona adalah bencana bagi kita semua. Sudah sepatutnya kita waspada dan menghentikan penyebarannya sebab jika tidak maka akan banyak lagi korban yang berjatuhan.
Mari kita biasakan diri dengan cuci tangan menggunakan sabun, menghindari kontak fisik dengan orang lain, dan menjauhi keramaian. Pemerintah telah mengingatkan kita untuk melakukan social distancing.
Ada hal yang sangat penting, jangan lupa berdoa dan kembali ke jalan-Nya. Sebab, yang datang dan pergi semua itu atas izinnya.
Ketika Corona Merebak
Andika Putra
Berawal dari kota wuhan
Merebak kemana-mana
Tanpa henti dan tanpa ampun
Saat semua negara mempersiapkan diri
Tuan malah sibuk promosi wisman sana sini
Jepang, Amerika Serikat, Singapura dan negara lainnya terpapar wabah
Tuan-tuan malah menyambut wabah dengan guyonan
Setelah nyata adanya
Tuan menjadi gagap
Rakyat cemas, khawatir dan takut
Barang-barang mulai langkah
Masker, hand sanitizer hingga kondom pun ikut langkah.
Karena kekhawatiran
Banyak rakyat teriak lockdown
Pemerintah teriak social distancing
Katanya nggak usah keluar jika tidak perlu
Nyatanya, masih banyak buruh harus keluar karena tak ingin kelaparan
Pahlawan garda terdepan terpapar satu persatu
Mayat ditolak
Perawat diusir
Memindahkan ibu kota Tuan mampu
Memberi makan rakyat di emperan jalan Tuan masih gugup.
Anak sekolah di rumahkan
Anak kuliah di rumahkan
Pekerja di rumahkan
Hingga tahanan pun ikut di rumahkan
Entah siapa yang membisiki
Saat banyak pihak memberi opsi
Tua malah pilih darurat sipil yang paling seksi.